Surat untuk ayah
Seterang matahari sekokoh gunung berdiri
Jiwa seolah merindu elegi pagi yang masih kusut
Detik demi detik mulai berjalan
Pena lusuh ku mulai menjelajahi sudut sudut kertas putih
Kata demi kata mulai ku rangkai
Hingga deretan kalimat ku lihat memenuhi secarik kertas itu
Tertulis dengan indah dan terangkai penuh kasih
Sepucuk surat untuk ayah tersayang
Selembar kertas untuk laki laki yang masih menjadi raja dalam kerjaan kecilku
Dari seorang gadis kecil yang masih mencair dan terus mencari jati diri dalam dunia yang penuh ke hampaan
Untuk mu wahai raja yang selalu setia menjaga kerjaan kecilmu
Tak mampu ku balas keringat yang keluar dari setiap kelenjar kulit itu
Tak bisa ku kembalikan segala waktu yang pernah kau luangkan
Yang mampu ku lakukan hanya menunaikan setiap kewajiban
Melaksanakan seluruh amanah yang ada di pundak ku
Amanah untuk menjadi seorang wanita yang baik bagi mu dan bagi-Nya
Amanah untuk menjadi sebaik baik anak di mata mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar